Jumat, 09 Juli 2010

Mike tyson pun menangis di Tanah suci


Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson menangis ketika mengunjungi Masjid Al-Nabawi di Madina, Arab Saudi. Tyson juga melakukan umrah di Mekah, Minggu 4 Juli 2010.

Tyson menginjak Tanah Suci untuk kali pertama pada Jumat 2 Juli 2010. Pria 44 tahun ini langsung melakukan sejumlah kegiatan, termasuk melakukan ibadah di Masjid Al-Nabawi. Sebagaimana yang dilansir Saudi Gazette, Senin 5 Juli 2010, Tyson tinggal di hotel dekat Masjid Al-Nabawi dan mendapat sambutan luar biasa dari fans.

Mantan petinju yang dijuluki 'Si Leher Beton' ini mendapat pengawalan ketat saat melakukan shalat Dzuhur. Dan Tyson mengaku mendapat pengalaman spiritual luar biasa selama di Arab Saudi.

"Saya senang punya fans yang mencintai saya di sini (Arab Saudi). Tapi, saya berharap mereka meninggalkan saya sendiri untuk menikmati momen spiritual di Tanah Suci. Saya tidak kuasa menitikkan air mata ketika saya mengetahui
bahwa saya berada di salah satu taman surga," ujar Tyson ketika mengunjungi Masjid Al-Nabawi.

Tyson yang memeluk Islam ketika masih dipenjara pada pertengahan 1990an, kemudian mengganti pakaian dengan mengenakan ihram untuk melakukan umrah di Mekah.

Usai melakukan umrah di Mekah, mantan petinju yang punya nama Islam, Malik Abdul Aziz ini rencananya juga akan mengunjungi Jeddah, Abha dan Riyadh.

sumber: kaskus.us

Mesut Oezil sebelum bertanding baca Al-qur'an

Setelah ini Mesut Oezil hampir dipastikan menjadi salah satu pilar utama Jerman. Performanya memukau, memberi warna baru pada Der Panzer yang kian kosmopolitan.

Oezil menjadi bintang baru Jerman berkat permainannya yang baik dan konsisten di tiga pertamanya di babak Grup D. Dalam hal menyerang, gelandang Werder Bremen itu sudah melakukan enam tembakan, menghasilkan satu assist dan satu gol.

Ia berdiri di belakang duet penyerang Miroslav Klose-Lukas Podolski saat Jerman menggasak Australia 4-0, lalu sempat menjadi ujung tombak di babak kedua ketika timnya dikalahkan Serbia 0-1, setelah Klose diganjar kartu merah. Dan kebintangan Oezil bersinar sangat terang tatkala ia menjadi penentu kemenangan Jerman atas Ghana, sekaligus memastikan juara dunia tiga kali itu ke babak 16 besar.

Gol yang dibuat Oezil sangat indah. Dari depan kotak penalti, dengan kaki kiri, ia melepaskan tendangan "gantung" ke pojok kanan gawang Ghana, yang teramat sulit dijangkau kiper Richard Kingson.

"Aku tendang saja bolanya," ujarnya seusai pertandingan, seperti dikutip AP. "Aku dapat support besar dari rekan-rekan setim. Tak peduli siapa lawan kami nanti, kami harus tetap menang."

Oezil adalah salah satu pemain "keturunan" yang ada di skuad Jerman saat ini, seperti halnya Cacau (Brasil), Jerome Boateng (Ghana), Piotr Trochowski, Podolski dan Klose (Polandia), Dennis Aogo (Nigeria) dan Mario Gomez (Spanyol).

Ia berdarah Turki, dari keluarga muslim, dan dikenal memiliki kebiasaan membaca Al Quran setiap kali akan turun bertanding. Oezil lahir di Gelsenkirchen, merintis karir profesionalnya bersama Schalke, lalu pindah ke Bremen sejak dua tahun lalu, dan belakangan Arsene Wenger kabarnya mulai melirik gelandang serang yang baru berusia 21 tahun itu untuk diangkut ke Arsenal.

Pria dengan tinggi badan 182 ini melakoni debut internasionalnya di tim Jerman senior pada Februari 2009, dan mencetak gol pertama buat negaranya di pertandingan ketiganya, ke gawang Afrika Selatan pada laga persahabatan di bulan September di tahun yang sama.

"Akan sangat berat melawan Inggris," tukasnya kepada Telegraph, menyebut tim yang akan dihadapi Jerman di babak perdelapan final. "Mereka jelas-jelas lebih kuat dibanding Ghana. Tapi kalau kami mengerahkan kekuatan seperti yang kami lakukan malam ini, kami akan memenangi pertandingan itu juga." (a2s/nar)

wah,pantes jago gan,sebelum maen baca quran dulu.pemaen negara arab aja gw ragu ada yg kalo maen baca quran dulu.kali di Indonesia mesti dibudayakan ni biar timnas makin jago.

Sumber : http://beatyourdreams.multiply.com/journal/item/993/Mesut_Oezil_sebelum_bertanding_baca_Al-quran_

Rabu, 07 Juli 2010

"Menikmati" Kelakuan Orang Bodoh

Menyikapi orang bodoh tentu berbeda dengan menyikapi orang cerdas, orang cerdas ketika diperingatkan dari sesuatu tentu paham walaupun dengan isyarat, sedangkan orang bodoh kadang walaupun dengan beribu-ribu kata dia tetap tak paham, apalagi sekedar dengan isyarat.

Pernah suatu hari saya masbuk (tertinggal) dalam shalat jamaah. Ketika imam salam, tentu saja saya berdiri lagi untuk menyempurnakan rakaat shalat yang tersisa. Ketika sampai di duduk tahiyyat, tiba-tiba makmum yang ada disamping saya ingin lewat di depan saya. Saya halangi dengan tangan karena mengamalkan hadits nabi,“Jika salah seorang diantara kalian shalat, hendaklah shalat menghadap sutrah(pembatas,apakah itu orang, tembok,dan semisalnya) dan hendaklah mendekat padanya dan jangan biarkan seorangpun lewat antara dia dengan sutrah. Jika ada seseorang lewat di depannya maka perangilah karena dia adalah syaithan.” (HR. Ibnu Majah)

Tapi ajaibnya orang ini bukannya paham, ia malah terus berdiri memandangi saya, seolah-olah tak suka dengan apa yang saya perbuat. Karena saya tetap menghalanginya lewat depan saya, akhirnya ia pun tak jadi lewat di depan saya tapi lewat belakang saya sambil mendorong punggung saya! Aneh tapi nyata! Saya hanya husnuzhon mungkin orang ini jahil/bodoh terhadap hukum-hukum shalat, makanya ia tak paham ketika saya menghalanginya lewat di depan saya.

Selain itu termasuk dari karakteristik orang jahil/bodoh adalah emosinya mengalahkan logikanya. Saya dan teman saya atau mungkin kita semua yang sudah belajar ilmu syar'i/agama mungkin suatu ketika pernah menasehati atau mengingatkan orang bodoh akan kesalahannya. Tapi alih-alih menerima nasehat, eh malah emosi dan marah-marah, padahal kita sudah menasehatinya dengan cara yang baik dan lemah lembut, tapi memang itulah karakteristik orang bodoh, emosinya mengalahkan logikanya.

Kalau begitu apa sikap kita kepadanya? Emosi dan marah juga? Wah, kalau kita marah juga berarti kita dengan dia tak beda dong, sama-sama bodoh! Orang bodoh dengan segala tingkah lakunya yang kurang beradab memang kadang membuat kita jengkel, tapi kadang pula mengundang gelak tawa kita. Itulah "hiburan" kita, makanya anggap saja itu kesempatan untuk melatih diri kita agar menjadi orang yang bijak dan sabar. Lebih baik kita mencontoh saja apa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam menyikapi orang-orang bodoh.

Disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, bahwasanya Anas Bin Malik radhiyallahu 'anhu pernah menyertai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam suatu perjalanan. Ditengah perjalanan, beliau berpapasan dengan seorang A'raby (arab gunung), tiba-tiba A'raby ini menarik samping baju Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan keras. Saking kerasnya tarikan A'rabi tadi sampai membekas di bahu beliau. Kemudian A'raby ini berkata, "Wahai Muhammad berikanlah aku harta Allah yang ada padamu!" Maka bagaimana sikap beliau? Marah dan memaki-maki A'raby tadi? Ternyata beliau tersenyum kemudian memerintahkan Anas untuk memberinya harta!

Mengapa beliau tidak marah dan membalas kelakuan A'raby yang kurang beradab tadi? Apakah beliau takut? Tentu tidak. Beliau orang yang paling berani dibandingkan sahabat-sahabatnya dan beliau juga tidak pernah takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Bisa saja beliau membalas, tapi demikianlah sikap beliau dalam menghadapi orang bodoh, yaitu memaafkan, sabar dan bijaksana tak mudah terbawa emosi.

Begitu pula para sahabat radhiyallahu 'anhum, mereka meneladani beliau dalam hal ini,di antaranya sahabat mulia Umar Bin Khaththab radhiyallahu anhu. Disebutkan dalam Shahih Bukhari pernah ada seseorang yang ingin menemui Umar radhiyallahu 'anhu, dan ketika itu Umar radhiyallahu 'anhu telah menjadi khalifah, maka beliaupun mengizinkannya. Tatkala sudah ada di hadapan Umar radhiyallahu 'anhu orang itu berkata, "Heh, Ibnul khaththab, demi Allah kamu tidak memberikan kepada kami pemberian yang banyak dan tidak pula adil dalam memberikan keputusan di antara kami!"

Perhatikan "kesopanan" orang ini, dia memanggil Umar Bin Khaththab dengan panggilan yang kurang beradab yaitu ibnul khattab, bukan dengan panggilan kehormatan, kemudian dia juga membentak-bentak beliau di depan orang-orang, padahal ketika itu beliau adalah seorang pemimpin atau kepala negara.

Lantas apakah beliau marah? Ya jelas marah, diperlakukan tak sopan seperti itu. Beliaupun ingin memukulnya, akan tetapi tatkala beliau hampir memukulnya, berkata sahabat beliau yaitu Al-Hur Bin Qais kepada beliau, "Wahai amirulmuminin (panggilan kehormatan untuk khalifah ketika itu), sesungguhnya Allah berkata kepada Nabi-Nya, 'Ambillah sikap maaf, perintahkanlah yang maruf dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.' (Al-A'raaf : 199) dan orang ini termasuk orang-orang bodoh."

Maka bagaimana sikap Umar radhiyallahu 'anhu? Beliaupun mengurungkan niatnya untuk memukul orang bodoh tadi setelah mendengar ayat itu. Subhanallah!

Demikianlah sikap orang-orang terbaik umat ini. Lantas bagaimana dengan kita? Siapkah kita meneladani mereka? Atau kita tetap marah, pusing dan stress memikirkan kelakuan "aneh" orang-orang bodoh? Kalau kita siap, mari kita "nikmati" saja kelakuan mereka, semoga Allah memberikan kepada kita pahala yang melimpah dari-Nya....

Sumber : http://www.eramuslim.com/oase-iman/anung-umar-menikmati-kelakuan-orang-bodoh.htm